Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan manusia adalah hukum tertinggi.

Saat Sahwito mengamuk di pesta pernikahan Desa Rosong, situasinya darurat. State of emergency versi kampung.

Dalam kondisi seperti itu, hukum tak boleh berdiri kaku seperti patung. Pertanyaannya kini tinggal satu: Apakah hakim akan memilih keberanian moral atau berlindung di balik teks?

Jika orang yang menyelamatkan diri dan orang lain justru dipenjara, maka pesan ke publik jelas: lain kali, jangan menolong. Biarkan saja.

Dan itu bukan hukum. Itu ketakutan yang dilegalkan. Kini semua mata tertuju pada palu hakim. Bukan untuk mendengar bunyinya. Tapi untuk menilai: keadilan benar-benar diketuk atau sekadar prosedur yang diselesaikan.