Empat terdakwa, Asip Kusuma, Musahwan, Tolak Edi, dan Su’ud datang ke resepsi warga, niatnya silaturahmi. Bukan berkelahi.
Lalu petaka datang tanpa aba-aba. Sahwito, seorang ODGJ, tiba-tiba mengamuk. Memukul tuan rumah. Membuat tamu semburat. Acara berubah jadi kepanikan massal.
Di titik itulah semuanya terjadi. Asip, Salam, dan Musahwan menjadi korban langsung amukan. Tolak Edi dan Su’ud hanya membantu supaya Musahwan terlepas dari cekikan Sahwito.
Ironisnya, empat orang ini pula yang akhirnya "dipaksa" menjadi tersangka oleh polisi.