Bayangkan, sebuah pulau seluas 473 ribu kilometer persegi dengan 60 juta penduduk, kini seperti berada di dalam panci raksasa yang terus dipanaskan.

Sumatera bukan lagi sekadar pulau, melainkan semacam altar pengorbanan nasional, “disembelih perlahan dengan persetujuan negara”.

Berdasarkan data resmi Kementerian ESDM per Desember 2025, bukan rumor, bukan rekayasa, tercatat 2.054 izin tambang aktif yang sedang menggerogoti tubuh Sumatera.

Total luas konsesinya mencapai 2,7 juta hektare. Jika dibayangkan, setiap detik ada sebidang tanah yang berubah dari hijau menjadi cokelat, dari rindang menjadi berlubang, dari sejuk menjadi tandus. Perkiraan kasarnya, sekitar 7.400 hektare per minggu berubah fungsi, dan hal itu masih disebut sebagai kemajuan.