Kebijakannya hanya atas dasar kepentingan investor dengan embel-embel ingin memajukan Negara Indonesia supaya mandiri secara kekuatan sektor perekonomian perusahaan serta mampu bersaing segera internasional.
Namun nyatanya dampak dari kebijakan yang berbalut kepentingan itu membuat rakyat sengsara, alam rusak, hewan endemik kehilangan tempat tinggalnya.
Namun semua yang terjadi hanya direspon begini oleh Prabowo Subianto menyebut rakyat harus bersyukur karena Indonesia diberi karunia memiliki kelapa sawit, dengan adanya kelapa sawit, maka Indonesia tidak perlu lagi untuk mengimpor bahan bakar minyak (BBM) di tengah anggapan bahwa banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) diakibatkan adanya pengalihan hutan menjadi lahan kelapa sawit.
Prabowo mengungkapkan, jika Indonesia tidak memiliki kelapa sawit, maka dipastikan Indonesia akan terus ketergantungan dalam mengimpor BBM ke luar negeri.