“Ia mengembalikan keyakinan bahwa hukum masih bisa menjadi pelindung, bukan sekadar alat penguasa," timpalnya.
Dan memang, riak dari perjuangan itu menjalar. Warga mulai belajar bersuara, memahami haknya, menolak tunduk pada intimidasi.
Mereka tak lagi memandang hukum sebagai menara gading, melainkan sebagai tanah lapang tempat semua berdiri sejajar.
LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan seperti pohon tua di tengah desa, akarnya menghujam kuat, cabangnya menaungi siapa saja yang lelah berjalan.
Di bawah naungannya, orang-orang menemukan kembali rasa percaya bahwa kebaikan tak selalu kalah oleh kelicikan, bahwa ketulusan tak selalu terpinggirkan oleh tipu daya.