Mereka yang datang ke LBH ini kerap membawa beban tak kasat mata. Buruh pabrik yang haknya dicuri, petani yang lahannya direbut, nelayan yang perahunya ditahan, hingga seorang ibu yang rumahnya hendak diratakan oleh buldoser.
Kepada semua, LBH ini memberi pelukan berupa keberanian, dan membungkusnya dengan strategi hukum yang teguh.
Setiap lembar gugatan yang mereka ajukan bukan sekadar dokumen formal, melainkan secarik doa. Setiap argumen di ruang sidang bukan sekadar retorika, melainkan nyala obor di malam pekat.
“Setiap kemenangan hukum yang kami raih adalah kemenangan sosial,” ujar Kamarullah lagi.