FEATURES, MaduraPost - Di ujung senja yang meremang, cahaya matahari terakhir merayap di sela dedaunan, seolah berbisik lirih kepada bumi, jangan lelah menanam kebaikan.

Di sebuah sudut kota ujung timur Pulau Madura, berdirilah LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, bukan sekadar kantor hukum, melainkan rumah bagi mereka yang kehilangan arah di persimpangan nasib.

Pintu mereka tak pernah terkunci bagi keluh dan tangis rakyat kecil. Di sana, hukum tidak dibicarakan dengan nada dingin seperti di buku tebal yang berdebu, tetapi dihangatkan oleh kisah manusia, oleh rasa iba yang tumbuh menjadi tekad.

“Bagi kami, hukum bukan sekadar tumpukan pasal. Ia adalah denyut kehidupan, napas kemanusiaan,” tutur Kamarullah, Ketua Umum LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, sambil menatap jauh seolah melihat wajah-wajah yang pernah ia bela, Sabtu (9/8).

“Selama nyawa masih dikandung badan, kami akan berdiri di sisi yang lemah, melawan arus yang ingin menenggelamkan mereka," ucap pria yang karib disapa Mas Kama melanjutkan narasi berpikirnya.