"Setelah suasana keruh, pihak Puskesmas baru mendatangi keluarga. Kalau tidak salah, ngapain minta maaf?," tanya Anwar terheran-heran.
"Kami pihak keluarga siap damai, jika pihak Puskesmas mau untuk mengakui kesalahannya," sambung Anwar menimpali pengakuannya.
Anwar juga sedikit membeberkan, bahwa saat pengambilan sampel darah pada tumit bayi ada indikasi pemaksaan.
"Pihak Puskesmas langsung nodong. Bilangnya ke keluarga korban, (mau tidak diambil darahnya?, red)," ucap Anwar, menirukan kalimat tenaga medis Puskesmas Batang-batang yang saat itu hendak melakukan pengambilan sampel darah bayi baru lahir tersebut.