Pihak Puskesmas pun mengaku sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada dalam profesi tenaga medis atau kesehatan.
Sementara keluarga korban tetap belum bisa menerima kenyataan dan mencoba mengambil sikap perlawanan.
Buktinya, aksi demonstrasi yang digelar beberapa Minggu lalu ke dinas terkait itu menuntut agar Kepala Puskesmas Batang-batang dan tenaga medis yang mengurusi bayi baru lahir tersebut segera dicopot.
"Hingga saat ini kami masih kordinasi sama pihak keluarga korban. Tidak tahu, kalau misal tidak ada respon dari dinas terkait kami akan melakukan demo lagi," kata Anwar saat dikonfirmasi media belum lama ini melalui sambungan teleponnya, Jumat (8/12).