SUMENEP, MaduraPost - Usai didemo hari Senin (23/2/2020) kemarin, Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali didatangi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS), Selasa (24/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Aksi kali kedua itu dilakukan mahasiswa sebab dinilai, DLH Sumenep diduga telah menutup-nutupi pelanggaran yang dilakukan salah satu tambak udang dan mencemari lingkungan.

"Pada aksi kali ini, berdasarkan hasil rekaman vidio Kepala DLH Sumenep, yang menyatakan memang ada tambak udang yang mencemari lingkungan, tapi tidak memyebut tambak udang yang mana, kali ini kami ingin memperjelas bagaimana sikap DLH bagi tambak udang itu," ungkap Sutrisno, Koordinasi Lapangan (Korlap) aksi FKMS Sumenep.

Mahasiswa juga menuding, DLH Sumenep seakan telah membiarkan tambak udang nakal bebas membuang limbahnya ke pantai dan merusak areal persawahan masayarakat. Tidak hanya itu, DLH selalu memberi toleransi yang bermodal besar dan terkesan ada kongkalikong.

"Selama bertahun-tahun DLH menutup-nutupi pelanggaran bagi tambak udang nakal, kalau tidak ada demo seperti ini pasti tidak akan di ungkapkan tambak mana yang bermasalah," kata dia.