"bilqis mungkin aku hanya seorang pengecut yang tidak bisa berbuat apa-apa ketika takdir tak memihak pada kita, tapi yang harus kamu tahu aku begitu mencintaimu, bagiku tawamu mengalihkan duniaku, mata hazelmu membawaku kedalam hamparan air jernih nan tenang, terimakasih telah menciptakan cerita bersamaku, mungkin benar cinta  tak harus memiliki, selamat berbahagia Bilqis. maaf kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini. sekali lagi maaf.

dari seorang yang selalu mengagumimu, Adam."

Rasanya seperti ada yang menghantam dengan berton-ton beton tepat di hati, sakit, sesak, semua menjadi satu. Liquid bening mengalir deras membentuk aliran sungai, membelah pipiku lembut. pikiranku kacau, kalut, tidak tahu harus apa, hatiku hancur berserakan.


Ya tuhan kenapa seperti ini?