Hari hariku terus berjalan tanpa Adam, hampa. yah itu yang aku rasakan, terkadang aku menangis di sepertiga malam saat tak sengaja memori-memori kebersamaan kami kembali terngiang di kepalaku. sebenarnya apa yang terjadi dengan adam? aku bingung, aku ingin bertanya, tetapi pada siapa? aku harus menumpahkan rasa penasaran ini pada  siapa?, aku tidak tau harus apa. dan hal terbodoh yang pernah  aku lakukan hanya diam, mengikuti takdir.

Hingga hari ke 345 aku mulai membuka hati, aku tidak pernah menduga perasaan yang aku rasakan sampai sedalam ini pada Adam, maklum saja Adam adalah cinta pertamaku, mungkin itu sebabnya aku sulit melupakannya.

Aku hanya dapat tersenyum kecut mengingat Adam, tidak ada kata putus di antara kita. ahh adam brengsek tapi aku mencintainya.

hari itu juga aku menerima paket, tidak ada nama pengirimnya, sempat bertanya pada petugas pos yang mengantar tapi beliau bilang "tidak tahu neng, ini teh paket dari bandung, bapak mana tahu siapa pengirimnya, tidak ada nama pengirimnya." begitu katanya, aku menggerutu pelan, kalu ada nama pengirimnya untuk apa aku bertanya. aku hanya tersenyum singkat dan mengatakan terimakasih.

Aku berlari menuju rumah, dengan tidak sabar dan rasa penasaran yang membuncah Kubuka dengan kasar paket yang baru aku terima tadi. mataku terbelalak. bunga edelweis dan sepucuk surat. Mendebarkan.