Itu hari pertama aku mengenal Adam, pertama kali aku melihat senyumnya, mendengar tawanya, menatap bola mata almod teduh miliknya.
Sejak hari itu kami sering menghabiskan waktu berdua, entah itu pergi ke pasar malam, menunggu sunset di tepi pantai, berlarian di padang ilalang, dan masih banyak hal hal seru yang kami lakukan.
Di hari 42, Adam mengajakku berkencan, ahh itu adalah pengalaman pertamaku, aku gugup dan senang secara bersamaan. Ku obrak-abrik semua isi lemari pakaianku, mencari pakaian yang sempurna untuk acara nanti malam.
Dan hal paling membahagiakan ketika Adam memintaku menjadi pacarnya, dengan senyum mengembang aku mengangguk cepat, sambil berguman tak jelas. aku terlalu bahagia malam itu.
Awalnya semua baik-baik saja, kami menghabiskan banyak waktu berdua. bersenang-senang dan berdebat hal tidak penting. hingga hari ke 93 aku merasa ada yang berubah dengan Adam, aku tak lagi mendengar tawanya, lelucon konyolnya, bahkan senyumnyapun tidak. aku ingin bertanya, tapi apalah daya Adam selalu menghindar