Tanganku gemetar, entahlah ada apa denganku sekarang, rasanya aku sangat gugup. aku hendak berbalik meninggalkan beranda saat suara ayah menyuruhku untuk tetap diam, wajahku memerah saat dia menyungingkan senyum tipis ke arahku, ahh manis sekali.
Ayah memperkenalkanku pada rekan-rekannya. dan aku tahu dia Adam, anak teman ayah. aku dan adam bersalaman, saling menukar senyum sopan.
Ayah menyuruhku mengajak Adam berkeliling, aku hanya mengangguk saja.
Dengan malu malu aku ajak Adam untuk berkeliling sekitar rumah, dan kebun teh. ayahku memang miliki perkebunan teh yang berada di belakang pekarangan rumah. Tak ada yang membuka percakapan dalam perjalanan. aku hanya menunduk malu, dan Adam? entahlah aku tak bisa melihatnya.