Keluarga menyebut pertemuan terakhir dengan pihak RS BHC hanya berlangsung ketika manajemen rumah sakit mendatangi kediaman mereka untuk menyampaikan belasungkawa pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Samondung, Senin, 2 November 2026, H. Hayatullah mengatakan, komunikasi terakhir dengan pihak rumah sakit hanya berlangsung ketika manajemen BHC datang menyampaikan belasungkawa pada 16 Oktober 2026.

"Tidak ada pertemuan lagi, hanya di tanggal 16 Oktober 2026," tegas H. Hayat, sapaan akrab H. Hayatullah.

Ia menyebut keluarga hingga kini masih menunggu penjelasan dan keputusan resmi dari pihak rumah sakit. Bagi keluarga, persoalan utama bukan sekadar pertemuan atau pernyataan damai, melainkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Dani sebelum meninggal dunia.

"Kami tetap menunggu hasil keputusan rumah sakit," ujar H. Hayat.

Dia bilang, keluarga ingin mengetahui sebab-akibat kematian putranya. Karena itu, klaim bahwa persoalan tersebut telah selesai tidak sesuai dengan sikap keluarga yang masih menantikan penjelasan dari manajemen RS BHC Sumenep.

Hingga kini, keluarga masih mengharapkan keterbukaan informasi medis mengenai penyebab kematian Dani. Mereka juga belum menyatakan persoalan tersebut selesai secara resmi.

Belum adanya penjelasan menyeluruh dari pihak rumah sakit membuat pertanyaan mengenai penanganan medis terhadap kematian santri Annuqayah Guluk-guluk itu tetap menggantung.

Di sisi lain, publik menunggu langkah konkret DPRD dan Dinkes P2KB Sumenep agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai polemik tanpa penyelesaian.