SUMENEP, MaduraPost - Polemik dugaan ketidaksesuaian pengelolaan dana kas Paguyuban Perumahan Grand Symphony, Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum menemukan titik terang.

Di tengah tuntutan transparansi laporan keuangan, pihak developer maupun sejumlah pengurus paguyuban masih belum memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada warga.

Owner PT Grand Symphony, Entry Lesmana, menyatakan persoalan tersebut pada dasarnya tidak berkaitan langsung dengan dirinya. Menurut dia, persoalan paguyuban merupakan urusan internal warga perumahan.

Kendati demikian, Entry mengaku berupaya menjembatani komunikasi antara warga dan jajaran pengurus paguyuban agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah.

Pada Kamis (5/11/2026), MaduraPost sempat menghubungi Entry untuk meminta keterangan mengenai polemik tersebut. Namun, saat itu dia belum bersedia memberikan pernyataan lebih jauh. Entry hanya menyampaikan sedang berupaya mempertemukan kedua belah pihak.

Sehari kemudian, MaduraPost kembali menanyakan perkembangan koordinasi tersebut. Entry menyebut pihak paguyuban berencana mengundang warga untuk membahas persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan dana kas.

"Insyaallah Minggu malam akan ada pertemuan antara warga dan pihak paguyuban," kata Entry saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (6/11/2026) pagi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Perumahan Grand Symphony, Shobiis Asror, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp yang dilakukan MaduraPost berulang kali belum memperoleh respons.

Hal serupa juga terjadi ketika MaduraPost berupaya meminta keterangan dari Wajaj Bahaun, yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara paguyuban.