Dia meminta agar pertemuan dilakukan secara langsung di kediamannya pada pukul 21.00 WIB. Menurut Bahaun, persoalan yang dipertanyakan media berkaitan dengan periode ketika dirinya masih menjabat sebagai bendahara.

"Siang mas. Sy mau menggunakan hak jaeab saya. Besok malam ya di rumah sy jam 21.00. Mohon maaf,, lebih enak ketemu langsung. Yg anda permasalahan itu pada saat sy jd bendahara. Ada nama istri sy anda sebut dengan nama lengkap nya. Dan ada bbrp nama lain yg anda sebut juga. Jadi semua minta hak jawab," tulisnya.

MaduraPost kemudian menawarkan pertemuan lebih awal, yakni pukul 19.00 WIB. Namun, Bahaun tetap menginginkan waktu yang telah ditentukannya karena kesibukan pekerjaan pada siang hari.

Dalam balasan pesannya, dia bahkan mempertanyakan batas waktu kerja wartawan yang disampaikan jurnalis MaduraPost. Bahaun beranggapan bahwa pekerjaan wartawan berlangsung selama 24 jam.

"Hahahaha,, baru tau saua ada wartawan kerja cm siang,, berarti klo ada kejadian penting malam hari gal diliput ya,, krn setahu sy wartawan kerjaannya 24 jam. Sy pengusaha jd utk pagi siang sore sy punya urusan lebih penti krn sy haru memikirkan 12 karyawan serta pelanggan sy. Yg anda sebut juga bisanya malam hari. Jd monggo sy tunghu besok malam. Sy dan lainnya bisanya jam 21.00. Kami maunya ketemu langsung. Ya wes klo gitu gini aja,, tak siapkan surat hak jawab saya,, mohon ditunggu surat resminya," papar Bahaun.

Untuk memfasilitasi penyampaian keterangan, MaduraPost kemudian menawarkan alternatif agar Bahaun mengirimkan surat hak jawab secara resmi melalui alamat surat elektronik redaksi.

Namun, hingga Sabtu (7/11/2026), surat hak jawab yang dijanjikan belum diterima. Upaya konfirmasi lanjutan yang dilakukan pada Jumat (6/11/2026) juga belum mendapatkan tanggapan.

Pergantian Pengurus dan Selisih Saldo

Di sisi lain, penelusuran MaduraPost mengenai perjalanan kepengurusan paguyuban menemukan adanya pergantian pengurus pada Mei 2024.