SUMENEP, MaduraPost - Rombongan calon jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sempat menghadapi gangguan saat dalam perjalanan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Gunung Gigir, Bangkalan, ketika sebuah kendaraan pikap masuk ke jalur konvoi dan memotong barisan bus yang tengah melaju.

Kendati sempat memicu ketegangan di lokasi, Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan agenda keberangkatan tidak mengalami hambatan berarti.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Setda Sumenep, Kamiluddin, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah kecelakaan lalu lintas, melainkan gangguan kecil akibat ulah pengemudi kendaraan lain.

“kejadian itu sebenernya bukan kecelakaan namun inisden kecil dari kendaraan pickup,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/5).

Ia menjelaskan, rombongan diberangkatkan menggunakan sembilan bus yang mendapat pengawalan ketat.

Kendaraan patroli memimpin perjalanan di bagian depan, sementara ambulans mengikuti dari belakang untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Di tengah perjalanan, sebuah pikap tiba-tiba menyelip ke dalam barisan dan memotong laju konvoi.

“pick up itu memotong iring iringan rombongan pengantar jemaah haji,” kata Kamiluddin.

Menurutnya, pengemudi pikap tidak memberi prioritas kepada rombongan yang sedang dalam pengawalan resmi.

Situasi itu sempat memicu adu mulut antara sopir pikap dan pengemudi bus. Namun, insiden tersebut dapat diselesaikan dengan cepat tanpa eskalasi lebih lanjut.

Pemerintah daerah memastikan tidak ada jemaah yang mengalami cedera akibat peristiwa itu. Jadwal kedatangan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pun tetap sesuai rencana.

“Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Sumenep tetap masuk Asrama Haji Sukolil Surabaya sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Kamiluddin juga menyampaikan bahwa sebagian jemaah asal Sumenep dilaporkan telah tiba di Arab Saudi untuk mengikuti tahapan ibadah haji selanjutnya.***