JEMBER, MaduraPost - Percepatan program makan bergizi gratis (MBG) sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto belum sepenuhnya terealisasi dengan baik.
Terbukti di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, masih banyak siswa dan kelompok ibu hamil, Ibu menyusui dan Balita (3B) belum merasakan adanya program MBG.
Hingga April 2026, tercatat baru 207 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beropeasi. Jumlah tersebut masih jauh dari target yang dibutuhkan pemerintah yaitu sebanyak 400 SPPG.
Dari total 207 SPPG yang sudah beroperasi, terdapat 58 SPPG yang di suspen karena dinggap ada kelalayan dalam mengelola administrasi dan perizinan.
Hal ini menyebabkan ketimpangan dalam program MBG yang ada di Kabupaten Jember, Pasalnya mayoritas siswa dan kelompok 3B yang menerima program MBG justru dari kalangan menengah ke atas atau yang berada diwilatah perkotaan.
Sedangkan siswa dan kelompok 3B yang berada dipelosok desa dan wilayah pegunungan, hingga saat ini masih belum merasakan adanya program MBG.
Hal ini disampaikan Mahbubi, salah satu guru sekolah swasta di desa Kaligalagah kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Bahwa siswa yang berada di pelosok desa masih menunggu adanya program MBG.
"Yang dapat program MBG justru banyak sekolah Negeri yang ada di kota, kami yang berada di pelosok desa dan sangat mengharap program tersebut justru belum menerima," Kata Mahbubi. Kamis (14/05/26).
Mahbubi berharap agar BGN lebih memprioritaskan masyarakat miskin yang hidup di pelosok desa, karena mereka yang sangat membutuhkan program MBG tersebut.