Sepanjang tahun 2017-2022, pembangunan di Kabupaten Sampang difokuskan pada bidang infrastruktur dengan menggunakan anggaran yang fantastis. Lima megaproyek tersebut yang sedang dikerjakan di antaranya ada tiga: Jalan Lingkar Selatan (JLS) dengan anggaran Rp. 204,5 miliar, Sampang Sport Center (SSC) Rp. 12,3 miliar, dan proyek ruang terbuka hijau (RTH) Alun-Alun Trunojoyo Rp. 24,6 miliar. Sedangkan yang masih dalam tahap pembebasan lahan dan sudah memakan anggaran yaitu Stadion Sepak Bola Camplong, Sampang Rp. 33,7 miliar (menunggu pemerintah pusat Rp. 500 miliar) dan Jembatan Sreseh-Pangarengan (Srepang) Rp. 19,5 miliar (menunggu pemerintah pusat Rp. 305 miliar).

Ditinjau dari penelitian Agung Wasono, dkk (2018), kelima megaproyek yang sedang dan akan dijalankan harus betul-betul diperhatikan, dan anggaran yang dikucurkan tetap bersandar kepada prinsip “kebutuhan dana mengikuti program (money follows program)”, artinya lebih mendahulukan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan pembangunan berdasarkan keinginan belaka. Apalagi, JLS dibangun dengan tujuan mengalihkan arus kendaraan angkutan berat, yang sebelumnya sudah ada jalan alternatif (Torjun-Pangarengan-Aengsareh), sedangkan JLS jika dari arah Bangkalan muaranya juga akan tetap sama di Desa Aengsareh.

Berikutnya pembangunan Alun-Alun Trunojoyo dengan tujuan ingin menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Sampang, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, meskipun ekonomi tidak hanya bersumber pada pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), bisa juga melalui pengembangan sumber daya alam (SDA) seperti membuat/mengembangkan wisata, mengelola dari hasil pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan penggalian, administrasi pemerintahan dan pertahanan, serta jasa pendidikan yang merupakan ekonomi potensial di Kabupaten Sampang. (Fatih Mubarok, 2019).

Pembangunan Manusia

Beralih pada pembangunan manusia. Dalam ruang lingkup Jawa Timur maupun Pulau Madura, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang tahun 2022 berada di posisi terendah. (BPS Jawa Timur, 2022). IPM Kabupaten Sampang dari 62,80 (2021) meningkat menjadi 63,39 (2022), dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) dari 12,38 (2021) meningkat 12,39, (2022) artinya cukup mampu menamatkan pendidikan sampai SMA, dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dari 4,86 tahun (2021) meningkat 5,06 tahun (2022), dan kebanyakan berhenti pada kelas 5 SD. Pengeluaran per kapita 8,79 juta rupiah (2021) meningkat 8,94 juta (2022).