Pertumbuhan Ekonomi
Sejak 2014 kemiskinan terus mencengkram Kabupaten Sampang. Terbaru pada tahun 2021, pasca pandemi ekonomi Kabupaten Sampang belum sepenuhnya pulih, dari tahun 2020 yang angka kemiskinan berada pada 22,78%, pada tahun 2021 justru semakin naik menjadi 23,76%. (Kabupaten Sampang Dalam Angka, 2022). Shafa Faradila, dkk (2022) berpendapat, bahwa kemiskinan di Kabupaten Sampang dipengaruhi kuat oleh ketimpangan pembangunan SDM, meski pada waktu yang sama, IPM mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Sejalan dengan itu, suatu daerah masih jauh dari kata maju jika daya jual, beli, produksi, dan distribusinya belum optimal, apalagi aktivitas ekonomi berkaitan langsung terhadap pembangunan SDM. (Rahmat Hafizatul L., 2021). Apabila SDM belum sepenuhnya siap memulihkan ekonomi, pengembangan SDA menjadi alternatif terbaik. (Djoharis Lubis, 2009). Sejalan dengan yang dijelaskan oleh Fatih Mubarok (2019) jika sektor potensial dalam bidang ekonomi di Kabupaten Sampang harus dikelola secara berkelanjutan.
Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur bersifat umum, apalagi sebelumnya sudah disinggung soal infrastruktur megaproyek, namun kali ini bakal fokus pada infrastruktur jalan ─ yang mungkin bukan hanya di Kabupaten Sampang ─ proses membangun-rusak-membangun-rusak. Tetapi yang jelas, seperti yang sudah berulang kali disampaikan oleh Agus Pambagio (2012) mengenai urusan jalan rusak pemerintah masih saling lempar tangan. Pemerintah daerah yang tidak merespons permintaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari pemerintah desa, atau pemerintah desa yang enggan mengajukan ke pemerintah daerah, yang jelas-jelas anggarannya sudah ada untuk perbaikan jalan. (Adi Tri Wahyu, 2021).