Mirisnya, jika putranya tidak didampingi dalam belajar PJJ, maka lebih cenderung bermain game di handphone pintarnya.
"Namanya juga anak-anak, jadi kurang efektif. Tapi mau bagaimana lagi, apa yang diterapkan harus dipatuhi," ucapnya.
Baca Juga:Pentingnya Bahasa Arab di Era 4.0
Hal serupa juga diungkapkan Widya (21), warga Kecamatan Saronggi. Menurutnya, PJJ sangatlah terbatas.
"Ya kurang efektif lah, 11-12 kayak daring," ungkap mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Sumenep itu.