SUMENEP, MaduraPost - Masa pandemi Covid-19 belum usai. Kondisi ini membuat beberapa wali siswa terus menggerutu melihat anaknya yang tak lagi mengenyam pendidikannya secara normal.

Misalnya saja, masyarakat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Di Kabupaten ini, salah satu wali murid malah mengaku jika proses belajar siswa dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kurang maksimal. Apalagi di pelosok Desa yang sulit akan jaringan internet.

Toyani (42), warga Kecamatan Batang-Batang mengatakan, PJJ tidak efektif dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, dalam proses PJJ, orang tua harus lebih menemani anaknya belajar.

Adakalanya, kata dia, orang tua harus lebih paham mengenai materi pembelajaran. Disisi lain, dia mengaku, anak-anak kebanyakan tidak mengerti saat menerima PJJ.

"Harus masak, cari rumput, ngasi makan ternak dan lain-lain. Jadi saya juga kadang tidak mengerti," keluhnya pada awak media, Senin (4/1).