Ia juga menyinggung dugaan keterlibatan pihak kampus dalam melindungi pelaku.

"Di setiap kasus dugaan pelecehan di perguruan tinggi, seharusnya ada perlindungan khusus bagi korban. Tapi di UNIBA Madura, korban ditekan, sementara terduga pelaku tidak mendapatkan sanksi," ungkap Sutrisno.

Lebih lanjut, Sutrisno mempertanyakan kedatangan rektor UNIBA Madura ke Polres Sumenep.

"Saat korban melapor, pihak kampus tidak ada yang mendampingi. Tetapi saat kasus ini mencuat, rektor malah hadir ke Polres. Kami juga mendapat informasi bahwa saudara dari istri Pak Rektor adalah seorang polisi di Mapolres Sumenep," ujarnya.