"Kalau memang ini si terduga pelaku mengaku tidak bersalah, ngomonglah ke penyidik. Masalahnya, YP dipanggil tidak mau," tegasnya.
Sutrisno juga mengkritik pihak kampus UNIBA Madura yang dinilai tidak netral dalam menyikapi kasus ini. Ia menuduh kampus cenderung melindungi terduga pelaku.
"Pihak kampus ini seolah-olah melindungi YP, tapi kan jangan sampai ada istilah anak tiri dan anak emas. Semuanya harus adil, tidak tebang pilih," katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, bahwa pihak kampus hanya mendengarkan keterangan dari satu pihak dan sempat akan memanggil korban tanpa melibatkan kuasa hukumnya.