Menurutnya, pemerintah seolah tidak memihak dengan adanya program tersebut. Dia meminta, harus ada fasilitas yang telah disediakan.
"Pastinya ada tempat. Kemarin saja, saya lihat malah (mereka kelabakan cari orang, red). Mereka jawab tidak tahu," tudingnya.
Meski demikian, pihaknya tidak menampik, hanya ada satu orang yang sukses mengikuti pelatihan program Santri Interprenuer itu.
"Saya tahu orangnya kok, cuma satu dan sukses. Saya menginginkan, jika memang program itu menghasilkan perubahan bagi pertumbuhan masyarakat siapa tidak suka. Paling tidak ada kesinambungan dan outputnya jelas, biar tidak terkesan buang anggaran," kata dia menegaskan.
Terpisah, Kepala sumenep" class="inline-tag-link">Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya sudah memantau hasil dari pelatihan tersebut.