SUMENEP, MaduraPost - Anggota Sumenep" class="inline-tag-link">Komisi IV DPRD Sumenep, Masdawi, marah dengan adanya program Santri Interprenuer yang dinilai tidak jelas hasilnya. Senin, 11 September 2023.

Bukan tanpa alasan, sebab program Santri Interprenuer ini dinilai tidak memiliki output yang jelas sejak berjalan dua tahun, mulai dari tahun 2021 pertama diluncurkan hingga 2022.

Pasalnya, anggaran miliaran itu belum juga dirasakan betul oleh para santri pasca selesai mengikuti sejumlah pelatihan.

"Saya menginginkan ada output dan peruntukan yang jelas. Kalau memang itu dibuat pelatihan, paling tidak ada dampak positif di pesantren dan pelatihannya harus di pesantren," kata Maswadi, saat dikonfirmasi sejumlah media di Kantor DPRD Sumenep, Senin (11/9).

Sebab, kata dia menjelaskan, jika pelaksanaannya di pondok pesantren, maka fasilitas bisa bekerjasama dengan pihak pondok pesantren setempat.