"Lah, di mana hasilnya? kita siap turun kalau memang ada hasilnya," tanya Masdawi penasaran.
Pihaknya menilai, pelatihan apapun itu seharusnya berkesinambungan. Dia mencontohkan, seperti pelatihan pembuatan batik, seharusnya tahun selanjutnya harus mendapatkan alat.
Baca Juga:Disdik Sumenep Disoal, Transparansi Rp16 Miliar Rehabilitasi Sekolah Benarkah Tepat Sasaran?
"Karena di pesantren ini, santri keluar dari pesantren saya menginginkan bisa mandiri," tuturnya.
Mengingat, saat ini masyarakat Madura kebanyakan memilih untuk merantau ke kota besar seperti Jakarta.
Sebab itu, jika program Santri Interprenuer tersebut dikelola dengan baik, maka dampaknya akan sangat banyak terasa oleh masyarakat khususnya para santri.