"Jadi seperti pelatihan membatik, alhamdulillah banyak hasilnya. Apalagi pembuatan blangkon dan menjahit banyak.

Ia mengakui, jika program Santri Interprenuer ini belum bisa dikatakan 100 persen berhasil selama 2 tahun berjalan.

Menurutnya, program tersebut menjadi ikhtiar yang dilakukan untuk realisasi APBD yang harus dilaksanakan.

"Jadi pelatihan membatik sudah selesai untuk tahun 2022. Banyak kok hasilnya, dan banyak orang sudah memilikinya, seperti produk blangkon," kata Iksan saat dikonfirmasi belum lama ini.