"Kemarin dari pemeriksaan BPK yang ada, bukan malah penyalahgunaan anggaran, tetapi hasil dari pada pelatihan itu betul-betul dimaksimalkan pembinaannya. Nah, tugas itulah yang saat ini kita lakukan," tutur Iksan.

"Makanya, saya menerjunkan tim dari Bidang Pora untuk terjun langsung ke lapangan. Alhamdulillah 75 persen pelatihannya berhasilnya," timpalnya lebih lanjut.

Untuk saat ini, Iksan mengatakan, sedang fokus pada pelatihan membatik. Pihaknya menargetkan, harga batik tersebut nantinya sudah cukup di atas rata-rata untuk di jual ke luar Kabupaten Sumenep.

"Jadi tidak sembarangan. Batik tersebut nantinya lebih men-ciri-khas-kan Sumenep, kemudian harganya cukup mahal untuk di jual ke luar," tandasnya.***