SUMENEP, MaduraPost - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sumenep, M. Sahnan, menyesalkan maraknya aksi penolakan kegiatan seismik di perairan Kepulauan Kangean yang dilakukan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan nelayan.
Ia menilai, tindakan tersebut bukan hanya menyesatkan publik, tetapi juga mencoreng marwah nelayan sejati yang selama ini menjaga kerja sama dan mendukung pembangunan nasional.
Sahnan menegaskan, bahwa organisasi yang ia pimpin tidak pernah memberikan izin kepada siapa pun untuk membawa nama nelayan dalam aksi penolakan kegiatan seismik.
“Nama baik nelayan sudah dirugikan. Kami tidak akan diam. HNSI akan menempuh jalur hukum terhadap pihak mana pun yang mengatasnamakan nelayan tanpa seizin organisasi,” ujarnya tegas, Rabu (12/11).
Menurut Sahnan, kegiatan seismik dan eksplorasi migas di perairan Kangean merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang justru diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi di wilayah kepulauan.