Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Kepala Dinas (Kadis) inisial A yang ada di salah satu OPD Pemkab Sumenep. Dimana, Kadis A secara tegas menyebutkan, bahwa saat ini situasi keuangan pemerintah daerah sedang sakit.
"Keuangan kita lagi sakit, apalagi keuangan daerah saat ini lagi defisit sekitar Rp. 50 miliar," ujar Kadis A.
Baca Juga:Avan, Guru Penuh Dedikasi Asal Sumenep, Berjuang Mencerdaskan Anak Bangsa Ditengah Wabah Covid-19
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Yayak Nurwahyudi, ikut angkat bicara.
Yayak bahkan membenarkan bahwa kondisi keuangan Pemkab Sumenep tahun ini memang sedang memiliki defisit yang cukup signifikan.