“Hati saya seperti memiliki kekuatan rasa yang kuat. Semakin hari semakin kuat. Hal itu membuat diri saya gelisah. Pada akhirnya saya langsung menghubungi Rasyidi untuk menyampaikan keinginan saya pada jamaah Kompolan shalawat nariyah untuk membabat bukit,” urainya.

Untuk diketahui, sekitar 150 meter sebelah barat daya dari area makam yang baru ditemukan itu telah terdapat kuburan Bhuju’ Lanjhang. Bagi orang Sumenep, khususnya warga Kecamatan Batang-Batang, menganggap Bhuju’ Lanjhang tersebut sebagai makam wali.

Keberadaannya pun juga sudah masyhur di kalangan masyarakat Sumenep. Sementara ini, letak keberadaan area kuburan itu ditaksir seluas 500 meter persegi (Setengah hektar).

Rasyidi juga mengaku, apabila satu dari 9 nisan yang bertuliskaan huruf Pegon Arab bisa terbaca, satu tulisan itu cukup jelas bertuliskan “Kiai Sang Yang Anom tahun 1261 H”. Jika dihitung, makam Kiai Sang Yang Anom sudah berusia 180 tahun atau wafat sekitar 1840 Masehi.

“Sedangkan 8 nisan lainnya saya tidak tahu karena tulisannya sudah tidak jelas,” tuturnya.