“Sebenarnya lebih dari 9 batu nisan yang ditemukan, cuma yang bertuliskan Arab Pegon ada 9,” terangnya.
Sementara itu, Nasiruddin, sendiri mengaku bahwa sekitar 2 bulan yang lalu dirinya membentuk Kompolan Shalawat Nariyah (Seperti perkumpulan pengajian) dikampungnya yang diagendakan setengah bulan sekali, setiap Senin malam. Berawal dari itulah awal mula dirinya mendapat firasat yang begitu kuat tentang keberadaan makam waliyullah tersebut.
"Saya mulai merasakan firasat kuat tentang keberadaan makam wali di Bukit Pal setelah memulai Kompolan Shalawat Nariyah. Setiap saat, saya seakan merasa seperti ada yang mendesak hati untuk membabat bukit itu. Semakin hari, keyakinan itu semakin kuat dan mengakar dibenak saya," kata Nasiruddin.
Puncak akhir gelisah mulai tidak terbendung ketika dirinya berangkat ke tanah rantau. Akhirnya dia menghubungi Rasyidi untuk membabat bukit itu melalu via telpon dari Jakarta.