“Teman saya ini Nasiruddin, bisa dikatakan kayak didatangi alamat,” kata Rasyidi saat diwawancarai media ini, Kamis (9/4).
Dia memaparkan, Nasiruddin, memberitahu tentang firasat dan perasaan yang dialaminya sekitar kurang lebih 20 hari yang lalu. Kala itu, Nasiruddin, menghubunginya lewat via telpon dan menjelaskan sedetail mungkin apa yang tengah dialaminya.
“20 hari yang lalu, dia menghubungi saya lewat telpon, karena kebetulan saat ini sedang bekerja di Jakarta. Dia menceritakan hal itu, bahkan mendesak saya untuk segera membabat tempat itu,” paparnya.
Mengajak 2 orang temannya, Rasyidi, kemudian menuju Bukit Pal, tempat yang di alamatkan oleh Nasiruddin. Hari pertama melakukan pembabatan, hanya ditemukan satu prasasti berupa batu nisan bertuliskan Arab Pegon.
Hari kedua dan seterusnya, ujar Rasyidi, masyarakat berbondong-bondong melakukan pembabasan. Hingga sampai saat ini sudah ditemukan sebanyak 9 prasasti berupa batu nisan bertuliskan Arab Pegon.