Meski secara nyata sudah melanggar, kemudian dilaporkan namun tak satupun ditemukan ada yang diproses. Hal tersebut menunjukkan ada ketimpangan hukum yang hanya diberlakukan kepada pihak-pihak tertentu.
Sebelumnya, foto Bupati Baddrut dan Ra Latif beredar luas di jejaring sosial. Namun sayang, masyarakat menanggapi berbeda. Itu sebabnya selain sosok yang bersangkutan selaku kepala daerah, tanggapan lain juga akibat stadion kebanggaan warga Madura itu dinilai kurang tepat ditepati ruang berkampanye.
Bahkan, Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi menngunggah status pernyataan. Status tersebut berisi uraian pernyataan dan kritikan, bahwa pembangunan SGMRP banyak dibiayai klub. Sedikitpun tidak mengambil dana APBD. (beritama.id - red/zul)