BANGKALAN, MaduraPost - Turnamen bola voli tak selalu berakhir ketika trofi berpindah tangan. Dari Lapangan Voli INSYA Bangkalan, sebuah gagasan lebih panjang mulai dirintis, mencari dan memberi ruang bagi pemain muda Madura untuk berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.
Gagasan itu muncul dalam Insya Volley Cup 2026, turnamen yang untuk pertama kalinya digelar INSYA Bangkalan pada 26 Agustus hingga 10 September 2026. Kompetisi tersebut diikuti tim dari empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Selama lebih dari dua pekan, para pemain tidak hanya beradu strategi untuk mengejar kemenangan. Mereka juga mendapat kesempatan menguji kemampuan menghadapi lawan dari daerah lain.
Setiap pertandingan menjadi ruang untuk mengukur teknik, daya tahan mental, sekaligus keberanian mengambil keputusan dalam situasi pertandingan.
Kehadiran empat kabupaten membuat turnamen perdana ini sekaligus menjadi ajang mempertemukan komunitas bola voli di Madura.
Pemain yang selama ini lebih banyak bertanding di lingkup daerah memperoleh pengalaman baru ketika harus berhadapan dengan kekuatan dari kabupaten lain.
Dari rangkaian pertandingan tersebut, PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan akhirnya menjadi dua tim yang melaju ke partai puncak untuk memperebutkan posisi juara pertama dan kedua.
Namun bagi penyelenggara, hasil akhir pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Turnamen justru dipandang sebagai langkah awal untuk memetakan pemain-pemain yang mempunyai kemampuan dan prospek berkembang ke level yang lebih tinggi.
Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal mengatakan, Insya Volley Cup menjadi kegiatan olahraga pertama yang diselenggarakan di lingkungan kampus.
Karena itu, pelaksanaan tahun pertama tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membuat kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih besar.
“Ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan di kampus,” kata Nasih saat menghadiri grand final Insya Volley Cup 2026, Jumat (11/9).
Menurut dia, lingkungan pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan fisik dan bakat di bidang olahraga juga perlu mendapat ruang sebagai bagian dari pembentukan generasi muda.
“Kita ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengolah otak, tetapi juga mengolah jasmani,” ujarnya.
Atas dasar itu, INSYA Bangkalan membuka kompetisi olahraga sebagai bagian dari ruang pengembangan anak muda. Turnamen voli tersebut diharapkan mampu mempertemukan semangat pendidikan dengan pembinaan bakat olahraga.
Nasih menyebut penyelenggaraan perdana ini tidak ingin berhenti sebagai kegiatan satu kali. Insya Volley Cup ditargetkan menjadi agenda tahunan sehingga para pemain memiliki kesempatan yang lebih teratur untuk bertanding, mengevaluasi kemampuan, sekaligus meningkatkan kualitas permainan.
Kompetisi yang berlangsung secara rutin juga dinilai dapat membantu menemukan pemain potensial yang selama ini belum banyak mendapatkan kesempatan tampil.
Talenta dari berbagai daerah di Madura dapat dipantau sejak tingkat lokal sebelum diarahkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Rencana pengembangan itu bahkan tidak berhenti di Madura. Setelah penyelenggaraan awal masih berfokus pada empat kabupaten di Pulau Madura, INSYA Bangkalan memasang target membawa turnamen tersebut ke level regional Jawa Timur.
“Kalau hari ini masih di tingkat lokal, setelah ini kita targetkan tingkat regional, Jawa Timur, dan nanti kita juga akan lakukan pengembangan ke tingkat yang lebih luas,” kata Nasih.
Target tersebut membuat Insya Volley Cup memiliki arah yang lebih panjang. Kompetisi lokal diharapkan menjadi pintu awal sebelum pemain mendapatkan kesempatan menghadapi persaingan yang lebih luas di Jawa Timur, bahkan hingga tingkat nasional.
Bagi voli Madura, keberadaan kompetisi yang konsisten dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan. Pemain tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga panggung untuk menguji hasil latihan tersebut dalam pertandingan nyata.
Insya Volley Cup 2026 menjadi langkah pertama dari proses itu. Empat kabupaten telah dipertemukan dalam satu kompetisi, sementara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan menjadi dua tim yang mengakhiri perjalanan turnamen di partai final.
Trofi memang menjadi tujuan dalam setiap pertandingan. Namun di balik itu, INSYA Bangkalan tengah menyiapkan sesuatu yang lebih panjang, menjadikan kompetisi sebagai ruang pencarian dan pembinaan talenta voli Madura agar mampu naik kelas ke panggung Jawa Timur dan jenjang yang lebih luas.***