Karena itu, pelaksanaan tahun pertama tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membuat kegiatan serupa dengan cakupan yang lebih besar.
“Ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan di kampus,” kata Nasih saat menghadiri grand final Insya Volley Cup 2026, Jumat (11/9).
Menurut dia, lingkungan pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan fisik dan bakat di bidang olahraga juga perlu mendapat ruang sebagai bagian dari pembentukan generasi muda.
“Kita ingin menyampaikan pesan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengolah otak, tetapi juga mengolah jasmani,” ujarnya.
Atas dasar itu, INSYA Bangkalan membuka kompetisi olahraga sebagai bagian dari ruang pengembangan anak muda. Turnamen voli tersebut diharapkan mampu mempertemukan semangat pendidikan dengan pembinaan bakat olahraga.
Nasih menyebut penyelenggaraan perdana ini tidak ingin berhenti sebagai kegiatan satu kali. Insya Volley Cup ditargetkan menjadi agenda tahunan sehingga para pemain memiliki kesempatan yang lebih teratur untuk bertanding, mengevaluasi kemampuan, sekaligus meningkatkan kualitas permainan.
Kompetisi yang berlangsung secara rutin juga dinilai dapat membantu menemukan pemain potensial yang selama ini belum banyak mendapatkan kesempatan tampil.
Talenta dari berbagai daerah di Madura dapat dipantau sejak tingkat lokal sebelum diarahkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Rencana pengembangan itu bahkan tidak berhenti di Madura. Setelah penyelenggaraan awal masih berfokus pada empat kabupaten di Pulau Madura, INSYA Bangkalan memasang target membawa turnamen tersebut ke level regional Jawa Timur.