“Kalau hari ini masih di tingkat lokal, setelah ini kita targetkan tingkat regional, Jawa Timur, dan nanti kita juga akan lakukan pengembangan ke tingkat yang lebih luas,” kata Nasih.

Target tersebut membuat Insya Volley Cup memiliki arah yang lebih panjang. Kompetisi lokal diharapkan menjadi pintu awal sebelum pemain mendapatkan kesempatan menghadapi persaingan yang lebih luas di Jawa Timur, bahkan hingga tingkat nasional.

Bagi voli Madura, keberadaan kompetisi yang konsisten dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan. Pemain tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga panggung untuk menguji hasil latihan tersebut dalam pertandingan nyata.

Insya Volley Cup 2026 menjadi langkah pertama dari proses itu. Empat kabupaten telah dipertemukan dalam satu kompetisi, sementara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan menjadi dua tim yang mengakhiri perjalanan turnamen di partai final.

Trofi memang menjadi tujuan dalam setiap pertandingan. Namun di balik itu, INSYA Bangkalan tengah menyiapkan sesuatu yang lebih panjang, menjadikan kompetisi sebagai ruang pencarian dan pembinaan talenta voli Madura agar mampu naik kelas ke panggung Jawa Timur dan jenjang yang lebih luas.***