Menurut Ellya, bantuan tersebut menyasar 726 balita yang mengalami stunting atau kekurangan gizi serta 160 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia.
"Untuk 726 balita bermasalah gizi. Susu formula untuk 160 ibu hamil KEK dan anemia yang berpotensi melahirkan bayi stunting jika tidak segera diberikan intervensi yang tepat pada masa kehamilan," paparnya.
Ia juga menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui masing-masing puskesmas.
"Distribusi bantuan susu itu nantinya lewat Puskesmas ke sasaran," tandasnya.
Berdasarkan penelusuran pada laman pengadaan elektronik, susu balita dalam program tersebut menggunakan produk StuntiCare dengan harga sekitar Rp55.500 per kemasan.
Sementara susu ibu hamil menggunakan produk NurtureMom dengan harga sekitar Rp66.600 per kemasan. Kedua produk dipasarkan oleh perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur.
Jika mengacu pada nilai anggaran dan harga satuan produk, pengadaan tersebut diperkirakan mencakup sekitar 8.087 kemasan susu balita dan 1.818 kemasan susu ibu hamil.
Dengan jumlah sasaran yang telah ditetapkan, setiap penerima diperkirakan memperoleh sekitar 11 kemasan selama masa intervensi.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai siapa saja penerima bantuan tersebut, berapa jumlah yang telah disalurkan, maupun sejauh mana realisasi program berjalan.