BANGKALAN, MaduraPost - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Slamet Ariyadi, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani garam Madura.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Festival Aspirasi yang diselenggarakan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara masyarakat, petani garam, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat industri garam nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Festival Aspirasi dihadiri Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan bersama jajaran anggota BAM DPR RI, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kabupaten Bangkalan, tokoh masyarakat, petani garam, pelaku UMKM, dan sejumlah elemen masyarakat Madura.
Dalam kesempatan itu, Slamet menegaskan bahwa garam Madura bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan bagian dari identitas masyarakat yang harus dijaga keberlanjutannya.
"Karena negara harus hadir memberikan kepastian harga, meningkatkan kualitas produksi, memperluas akses pasar, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani garam," kata Slamet Ariyadi, Senin (6/7).
Menurutnya, petani garam Madura selama ini memiliki peran besar dalam menjaga pasokan garam nasional sehingga sudah semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
"Petani garam Madura adalah pahlawan pangan yang selama ini menjaga produksi garam nasional. Sudah saatnya kesejahteraan mereka menjadi prioritas. Negara harus memastikan garam rakyat memiliki daya saing dan memberikan nilai tambah bagi para petani," ujarnya.
Slamet menegaskan dirinya akan terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani garam, mulai dari perlindungan harga, peningkatan kualitas produksi, pembenahan tata niaga, hingga perluasan akses pasar.
"Kami komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani garam Madura. Garam Madura merupakan aset strategis bangsa yang harus mendapat keberpihakan melalui kebijakan yang melindungi harga, meningkatkan kualitas produksi, memperkuat tata niaga, serta memperluas akses pasar bagi garam rakyat," tegasnya.
Ia juga menilai garam telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Madura yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai historis dan budaya.
"Garam Madura bukan hanya komoditas pertanian saja, ini juga merupakan identitas dan harga diri masyarakat Madura yang patut kita perjuangkan," ucapnya.
Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa target swasembada garam nasional hanya dapat dicapai apabila pemerintah memberikan perhatian serius terhadap sentra-sentra produksi garam rakyat, khususnya di Madura.
"Karena target swasembada garam nasional tidak akan tercapai tanpa penguatan sentra produksi garam rakyat, terutama di Madura yang selama ini dikenal sebagai Pulau Garam Indonesia," pungkasnya.***