"Kami komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan petani garam Madura. Garam Madura merupakan aset strategis bangsa yang harus mendapat keberpihakan melalui kebijakan yang melindungi harga, meningkatkan kualitas produksi, memperkuat tata niaga, serta memperluas akses pasar bagi garam rakyat," tegasnya.
Ia juga menilai garam telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Madura yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai historis dan budaya.
"Garam Madura bukan hanya komoditas pertanian saja, ini juga merupakan identitas dan harga diri masyarakat Madura yang patut kita perjuangkan," ucapnya.
Lebih lanjut, Slamet menekankan bahwa target swasembada garam nasional hanya dapat dicapai apabila pemerintah memberikan perhatian serius terhadap sentra-sentra produksi garam rakyat, khususnya di Madura.
"Karena target swasembada garam nasional tidak akan tercapai tanpa penguatan sentra produksi garam rakyat, terutama di Madura yang selama ini dikenal sebagai Pulau Garam Indonesia," pungkasnya.***