“NU adalah rumah bersama. Tidak semestinya ada lagi sekat yang memisahkan antarelemen di dalamnya. Semangat yang harus terus dirawat adalah Nahnu an-Nahdiyyun—bahwa kita semua merupakan keluarga besar NU yang memiliki tanggung jawab kolektif untuk membesarkan jam’iyah,” katanya.
Ia menilai tantangan yang dihadapi NU ke depan semakin kompleks. Oleh sebab itu, tata kelola organisasi harus dibangun secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi fondasi perjuangan NU sejak awal berdiri.
“Kepengurusan harus diisi oleh kader-kader yang memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. NU membutuhkan sumber daya manusia terbaik agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga marwah organisasi,” jelasnya.
Pendidikan, Kesehatan, hingga Pemberdayaan Ekonomi
Dalam diskusi tersebut, terdapat sejumlah agenda prioritas yang dinilai harus menjadi perhatian serius kepengurusan NU pada masa mendatang. Salah satunya ialah penguatan sektor pendidikan melalui peningkatan kualitas pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi di lingkungan NU agar mampu melahirkan generasi unggul yang siap bersaing sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Selain pendidikan, peningkatan layanan kesehatan bagi warga Nahdliyin juga menjadi pembahasan penting. Pengembangan klinik, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, dinilai perlu terus diperluas.
Di bidang dakwah, keduanya juga menekankan pentingnya aktualisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ’alamin, tawassuth, tasamuh, dan tawazun dalam kehidupan masyarakat.
“Moderasi beragama yang menjadi ciri khas NU harus semakin terasa manfaatnya. Dakwah NU harus terus menghadirkan Islam yang ramah, menenteramkan, serta mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan umat,” tutur KH Imam Jazuli.
Sementara itu, pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin juga menjadi perhatian utama. Mengingat sebagian besar warga NU berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah, diperlukan program-program nyata yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.