SUMENEP, MaduraPost - Fakta lain yang terbongkar dalam persidangan adalah pengakuan Siti Aisah terkait pertemuannya dengan sejumlah pegawai BRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, setelah dirinya berniat membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Aisah mengaku sempat menyampaikan keberatannya atas kredit yang menggunakan SK pensiun suaminya. Bahkan, ia mengancam akan melaporkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum.
Tak lama setelah itu, Account Officer (AO) BRI Cabang Sumenep bernama Ridwan disebut datang ke rumahnya.
"Saya langsung menyalahkan Ridwan, karena dia sebagai AO kok bisa tidak mengontrol bawahannya," ujar Aisah dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Menurut Aisah, Ridwan menjelaskan bahwa Novia Arvianti merupakan teman dekatnya sehingga dirinya menaruh kepercayaan kepada teller tersebut. Dalam pertemuan itu, Ridwan juga disebut menawarkan bantuan uang kepada keluarga korban.
"Ridwan juga menawarkan bantuan Rp250 ribu selama tiga sampai lima bulan," kata Aisah.
Namun tawaran tersebut tidak diterima. Aisah mengaku tetap bersikeras membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
"Tapi saat saya menolak dan bilang akan membawa kasus ini ke ranah hukum, si Ridwan ini mengurungkan niatnya," tuturnya.
Beberapa waktu kemudian, Ridwan kembali mendatangi rumah korban. Kali ini ia tidak datang sendiri. Menurut Aisah, sejumlah pegawai BRI turut hadir, termasuk Desy yang disebut sebagai pimpinan Briguna, Novia Arvianti, serta keluarga Novia.