Di sisi lain, Tabungan Barokah masih menjadi salah satu produk unggulan bagi masyarakat umum maupun pelaku UMKM.
Produk dengan akad wadi’ah itu menawarkan setoran awal yang ringan tanpa dibebani biaya administrasi bulanan, sehingga dinilai lebih mudah diakses berbagai lapisan masyarakat.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menegaskan bahwa budaya menabung perlu dipahami sebagai bagian penting dari perencanaan hidup, bukan sekadar menyisihkan uang yang tersisa.
“Kami ingin masyarakat memiliki kebiasaan finansial yang lebih disiplin, terencana, dan tetap sesuai prinsip syariah,” ujarnya, Selasa (26/5).
Melalui pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, BPRS Bhakti Sumekar berharap dapat menjadi mitra warga dalam membangun perencanaan keuangan yang lebih sehat, aman, dan bernilai ibadah.***