“Kita semua tahu bahwa jembatan bukan sekadar bentangan baja, beton, atau kayu. Jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Keberadaan Jembatan Merah Putih ini memiliki peran yang sangat vital dalam menghubungkan antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta menjadi jalur utama bagi anak-anak kita untuk pergi ke sekolah,” ujar AKBP Hartono.
Menurutnya, renovasi jembatan merupakan hasil dari semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas. Ia menilai, hadirnya jembatan yang lebih kokoh dan aman akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses pelayanan kesehatan warga.
Kapolres Sampang juga menyoroti pentingnya budaya merawat fasilitas umum agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga jembatan dengan baik dan menggunakannya sesuai kapasitas yang telah ditentukan.
“Pembangunan dan renovasi fisik ini membutuhkan anggaran, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu, saya menitipkan satu pesan penting kepada seluruh warga masyarakat: mari kita jaga dan rawat bersama jembatan ini dengan sebaik-baiknya. Pastikan jembatan ini digunakan sesuai dengan kapasitasnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama, bahkan hingga generasi-generasi mendatang,” tegasnya.
Lebih lanjut, AKBP Hartono berharap keberadaan Jembatan Gantung Presisi Merah Putih dapat memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan warga. Warna merah putih yang menghiasi seluruh badan jembatan disebut bukan sekadar ornamen, melainkan simbol nasionalisme dan gotong royong masyarakat Indonesia.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat solidaritas sosial demi menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera.
“Dengan bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Jembatan Merah Putih secara resmi dibuka kembali untuk digunakan oleh seluruh masyarakat,” ucap AKBP Hartono disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Peresmian jembatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kapolres Sampang yang diserahkan kepada Pj. Kepala Desa Tanggumong sebagai simbol rasa syukur atas selesainya renovasi jembatan tersebut.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Kapolres Sampang bersama Camat Sampang dan para kiai melakukan pemotongan pita secara simbolis sebagai tanda resmi dibukanya kembali akses jembatan bagi masyarakat umum.