MD yang sempat di telepon oleh istri Haris, diminta agar Haris menyudahi hubungan terlarangnya itu. Selang beberapa menit perbincangan itu, Haris kemudian mengambil handphone genggam milik istrinya.

Dari sinilah, api cemburu dan emosi Haris tersulut. Harga diri seorang suami yang dipertaruhkannya itu telah mengantarkan dirinya mendekam di penjara.

Dari bilik telepon, ada perbincangan hangat antara MD dan Haris. Dimana, MD secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya menyukai istrinya.

Mendengar hal itu, Haris masih tak bersikap lebih. Namun, selang beberapa hari, Haris tak terima usai melihat istrinya sendiri dijemput oleh adik MD.