Pria kelahiran tahun 1989 tersebut bercerita tentang masa kecilnya. Mulai dari hinaan dari teman sebayanya karena mengalami gangguan fisik pada tubuhnya. Dari situ Wafiq tumbuh dewasa menjadi laki-laki yang kuat dan tegar.

"Kalau hinaan sih pasti ada mas, namanya juga waktu kecil dulu. Tapi Alhamdulillah saya bisa fight," katanya.

Berbekal sepeda motor roda tiga, wafiq disabilitas tuna daksa tersebut mengajar sampai memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurutnya lebih dari 10 tahun lamanya dia sudah mengabdi menjadi pendidik dilembaga tersebut.

"Saya ngajar disini lebih dari 10 tahun mulai sebelum lulus SMA," ucapnya kepada MaduraPost, Senin (03/10/2021).