Meski sudah mengajar lebih daru satu dekade lamanya, Wafiq hanya menjadi guru honorer disekolah tersebut. Bahkan dirinya hingga saat ini belum diangkat menjadi guru yang sertifikasi. Mengajar menurutnya sebagai panggilan jiwa dalam hatinya demi mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai amanat undang-undang. Dirinya juga pernah mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang namun dinyatakan tidak lolos.
"2019 saya pernah ikut CPNS tapi dinyatakan tidak lolos karena administrasi," sambungnya.
Tidak lolos di CPNS pada 2019 tidak membuat Wafiq putus asa. Bahkan tahun ini dirinya sudah mendaftar untuk mengikut tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) di Sampang yang akan dilaksanakan pada 15 Oktober mendatang.
"Tahun ini saya ikut lagi tapi P3K, mudah-mudahan keterima," imbuhnya dengan penuh semangat.
Dirinya berharap, pemerintah eksekutif melalui legislatif segera menerbitkan perda tentang disabilitas. Hal tersebut sebagai upaya memudahkan disabilitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.