Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Sumenep, Asmoni mengungkapkan, hingga saat ini terus berusaha melangsungkan vaksinasi. Meski begitu, pihaknya tak menampik jika sejumlah mahasiswa masih minim berkenan mendaftarkan diri untuk divaksin.

"Persiapannya hampir dua Minggu. Vaksinasi ini bukan hanya persyaratan untuk tatap muka, tapi kami menginginkan herd immunity harus kuat. Karena regulasi selama ini belum menyaratkan vaksinasi untuk melakukan tatap muka, jadi yang kita inginkan cuma herd immunity," ungkapnya.

Asmoni menuturkan, agar keinginan mahasiswa dapat terbangun untuk divaksin, langkah pertama yakni memulai tahapan vaksinasi dari jajaran dosen dan pengelola.

"Kita mulai vaksinasi ini dari dosen dan pengelola yang hampir semuanya sudah melakukan vaksinasi, cuma masih ada satu dua orang yang belum karena memiliki penyakit penyerta," tuturnya.

Pihaknya menyebut, sekitar 200 mahasiswa telah menyertakan bukti vaksinasi secara mandiri. Sementara data terbaru, 250 mahasiswa kampus yang berjuluk "Taneyan Lanjang" ini juga selesai divaksin dengan difasilitasi pihak kampus. Diketahui, total keseluruhan mahasiswa STKIP PGRI Sumenep berjumlah 1.700.